Minggu, 27 Februari 2011

WEB SCIENCE

Web adalah suatu informasi yang di mana sumber daya yang berguna diidentifikasi oleh pengenal global yang disebut Uniform Resource Identifier (URI). Web telah dibuat dalam berbagai versi. Berikut ini adalah penjelasan singkat dari sejarah web dan perbedaan dari setiap generasi web .

Web 1.0

Web 1.0 merupakan revolusi baru di dunia Internet, karena telah mengubah cara kerja dunia industri dan media. Web 1.0 berfungsi sebagai pemberi informasi yang bersifat satu arah. Segala isi website berada ditangan administrator. Web 1.0 ini hanya berisikan segala informasi dan content yang di muat oleh administrator dan hanya bisa dilihat oleh para pengunjung tanpa bisa memberikan comment. Secara garis besar, sifat Web 1.0 adalah Read atau sebagai pembaca . Bahasa yang digunakan pada Web 1.0 menggunakan bahasa HTML.

Ciri-ciri web 1.0 yaitu :

1. Halaman statis.

2. Penggunaan framesets.

3. Online guestbook.

4. Form HTML hanya bisa dikirim melalui email.

5. Terdapat tombol GIV , berukuran 88x31 pixel.

Web 2.0

Web 2.0 merupakan dari perkembangan dari web 1.0. pada web 2.0 content di dalam web tersebut tidak hanya dipegang oleh administrator , namun pengunjung web dapat memberi comment, polling, foto dan lain sebagainya pada web tersebut. Generasi Web 2.0 saat ini termasuk popular di kalangan pengguna Internet karena bersifat lebih fleksibel dibandingkan dengan generasi web 1.0. Jadi lebih mudah menggunakannya sehingga kita juga bisa mengisi suatu content pada web tersebut.

Perbedaan utama Web 2.0 dan Web 1.0 adalah keterbatasan pada Web 1.0 yang mengharuskan pengguna atau pemakai hanya dapat melihat satu persatu konten di dalamnya. Sedangkan Web 2.0 memungkinkan pengguna internet dapat melihat konten suatu website tanpa harus berkunjung ke alamat situs yang bersangkutan.Kemampuan web 2.0 dalam melakukan aktivitas drag and drop, auto complete, chat, voice dapat dilakukan layaknya aplikasi desktop. Contoh generasi web 2.0 adalah youtube, google.

Ciri-ciri web 2.0, yaitu :

1. Web sebagai platform.

2. Web menyediakan suatu wadah pengetahuan.

3. Aplikasi web ini akan terupdate secara terus menerus.

4. Model pemrogramannya ringan.

Web 3.0

Setelah web 2.0, pastilah versi selanjutnya adalah Web 3.0. Web 3.0 adalah generasi ketiga dari layanan internet berbasis web. Web 3.0 merupakan pengembangan dari website di mana content web tidak hanya dalam format bahasa manusia yang umum , tetapi juga dalam format yang dapat dibaca oleh bahasa mesin . Web ini masih dalam tahap pengembangan. Akan tetapi, banyak yang memperkirakan web ini akan berkembang pesat pada tahun 2010-2020.

Konsep Web 3.0 itu sendiri pertama kali diperkenalkan pada tahun 2001, saat Tim Berners-Lee, penemu World Wide Web, menulis sebuah artikel ilmiah yang menggambarkan Web 3.0 sebagai sebuah sarana bagi mesin untuk membaca halaman-halaman Web. Saat menginginkan sebuah kata, kita dapat mencarinya dengan search engine seperti Google. Maka fungsi web menjadi wadah untuk pertukaran data, informasi, dan pengetahuan yang dapat menghasilkan kecerdasan buatan yang dapat mengerti keinginan penggunanya, dengan menggunakan web 3.0 kita juga diberikan keleluasaan untuk dapat melakukan modifikasi pada website itu sendiri. Oleh Karena itu web 3.0 tidak hanya memberikan keleluasaan bagi kita untuk sharing atau memberi comment pada web, namun dengan tambahan bahasa mesin yang terintegrasi pada web dapat memungkinkan bagi mesin untuk memenuhi keinginan kita dan juga kita diberi keleluasaan untuk memodifikasi website.

Kelebihan dari Web 3.0 adalah kita dapat berkomunikasi dengan mesin pencari. Atau dapat dikatakan terdapat pertukaran data antar manusia dengan mesin,mesin dengan mesin dan antar manusia yang telah disempurnakan. Kita dapat meminta Web untuk mencari suatu data spesifik tanpa bersusah payah mencari satu per satu dalam situs-situs Web.

Pada Web 3.0 ditawarkan metode yang efisien dalam membantu komputer mengorganisasi dan menarik kesimpulan dari data online. Web 3.0 juga memungkinkan fitur Web menjadi sebuah sarana penyimpanan data dengan kapasitas yang luar biasa besar.

Web 3.0 terdiri dari:

  1. Web semantik
  2. Format mikro
  3. Pencarian dalam bahasa pengguna
  4. Penyimpanan data dalam jumlah besar
  5. Pembelajaran lewat mesin
  6. Agen rekomendasi, yang merujuk pada kecerdasan buatan Web



Bahasa Pemograman Yang Digunakan Untuk Web

Bahasa Pemograman berbasis Web sangat familiar dan menjadi suatu trend di kalangan pemula.Banyak contoh software yang berbasis pembuatan Web seperti frontpage, Dreamweaver, dan Joomla yang databasenya menggunakan PHP dan MySql. Ada beberapa struktur pemahaman tentang bahasa pemograman yang berbasis Web yang digunakan dalam pembuatan suatu website maupun Blog yang harus dipahami dasar-dasarnya. Secara etimologi yang dimaksud dengan bahasa pemrograman adalah bahasa buatan yang dirancang untuk mengungkapkan perhitungan yang dapat dilakukan oleh mesin, khususnya komputer. Bahasa pemrograman dapat digunakan untuk membuat program yang menentukan perilaku sebuah mesin, menyampaikan ketepatan algoritma, atau sebagai modus komunikasi–interaksi dengan manusia.

Bahasa program memiliki beberapa bentuk, fungsi dan cara penulisannya, akan tetapi mengacu kepada sintaks dan semantik, tepatnya sejak komputer memerlukan petunjuk yang ditetapkan. Beberapa diantaranya ditentukan oleh spesifikasi dokumen (misalnya, standar ISO), sedangkan yang lainnya memiliki dominan sebagai pelaksana (seperti pada Perl misalnya).
Kemudian bila dilihat dari segi definisi maka, yang dimaksud dengan bahasa pemrograman memiliki sifat seperti berikut ini;

Ø Function: (Fungsi) apabila dari fungsinya bahasa pemrograman adalah bahasa yang digunakan untuk menulis program komputer, yang melibatkan satu atau lebih komputer sehingga dapat melakukan komputasi [2] atau Algoritma dan bisa juga digunakan sebagai pengontrol perangkat eksternal seperti printer, robot, Scanner, dan sebagainya.

Ø Target: Bahasa pemrograman berbeda dari bahasa yang terdapat pada manusia, yang secara hakiki bahasa pada manusia digunakan untuk berinteraksi antara satu dengan lainnya. Sementara dengan adanya bahasa pemrograman, manusia mampu untuk berkomunikasi kepada beberapa perangkat—mesin untuk mengikuti intruksi yang manusia kehendaki. Beberapa bahasa pemrograman yang digunakan oleh satu perangkat untuk kontrol lain, misalnya PostScript program yang sering dibuat oleh program lain untuk mengendalikan komputer printer maupun layar.

Ø Constructs: (Konstruksi). Bila dilihat dari struktur penulisannya bahasa pemrograman berisi konstruksi untuk mendefinisikan dan melakukan manipulasi terhadap struktur data dengan mengendalikan secara dinamis yang pada akhirnya melakukan eksekusi terhadap perintah yang diinstruksikan.

Ø Expressive power: (Daya Ekspresif): Menurut teori dari classifies bahasa oleh komputasi bahasa pemrograman mempunyai kemampuan dalam melakukan satu ekspresi yang dapat digunakan untuk menciptakan satu perangkat tertentu, dengan menggunakan sesi algoritma.

Untuk menciptakan atau membuat sebuah aplikasi website terlebih dahulu harus paham, mana yang digunakan untuk bahasa pada sisi server, dan mana bahasa yang dipergunakan untuk sisi client (browser).


Server-side scripting


Disebut dengan server-side scripting karena keberadaan dari skrip tersebut tertanam pada server yang secara otomatis mengeksekusi permintaan dari browser (sisi client) kepada server dan biasanya menghasilkan kustom tanggapan untuk klien. Server-side script dapat mengakses struktur direktori pada file server, ia juga memiliki akses ke server-side perangkat lunak yang membentang secara fungsionalitas pada server. Bisa juga disebut dengan komponen ActiveX untuk Microsoft Web server dan modul untuk Apache Web server. Script sisi server secara visual tidak terlihat oleh klien; hanya XHTML (ditambah setiap sisi klien) skrip yang akan terlihat oleh klien. Server-side scripting adalah teknologi web server di mana permintaan dari setiap pengguna dapat dipenuhi dengan menjalankan skrip langsung pada web server untuk membuat halaman HTML secara dinamis.

Umumnya Script jenis ini digunakan untuk menyediakan situs Web interaktif, yang secara fungsionalnya membentuk database interface yang dapat menyimpan data atau lainnya berdasarkan permintaan. Berbeda dengan klien-side scripting dimana script dijalankan oleh penampilan web browser, biasanya menggunakan bahasa JavaScript. Lalu keuntungan utama dari penggunaan server-side scripting adalah pada kemampuannya untuk menyesuaikan tingkat respons yang tinggi berdasarkan kebutuhan pengguna, hak akses, atau permintaan data ke toko online.

Server-side scripting hampir seluruhnya dilakukan dengan menggunakan kombinasi dari C program, Perl skrip dan skrip shell yang menggunakan Common Gateway Interface (CGI). Skrip tersebut dijalankan oleh sistem operasi, yang membantu koding dan hasilnya hanya melayani kembali oleh server web. Saat ini, yang lebih banyak dipergunakan oleh website dinamis adalah bahasa scripting seperti ASP dan PHP, karena dapat dieksekusi langsung oleh server web itu sendiri atau oleh modul ekstensi (misalnya mod perl atau mod php) ke server web.

Website dinamis yang kadang-kadang juga didukung oleh aplikasi web server, misalnya Python “Base HTTP Server” perpustakaan, meskipun beberapa mungkin tidak mempertimbangkan ini untuk server-side scripting.
Klien-side scripting

Klien-side scripting umumnya mengacu kepada kelas dari program komputer pada web yang dijalankan sisi klien, oleh pengguna web browser, bukan dari sisi-server (di web server). Ini jenis program komputer adalah bagian penting dari Dynamic HTML (DHTML) konsep, memungkinkan halaman web yang akan scripted; yang, untuk mengubah konten yang berbeda dan tergantung pada masukan pengguna, kondisi lingkungan (seperti waktu hari), atau variabel lain.

Penulis Web (Script) menulis sisi klien dalam bahasa script seperti JavaScript dan VBScript. Script sisi klien seringkali tertanam dalam sebuah dokumen HTML, tetapi mungkin juga terdapat dalam file terpisah, yang dirujuk oleh dokumen yang menggunakannya. Sesuai permintaan, yang diperlukan file yang akan dikirim ke pengguna komputer oleh server web (atau server) di mana mereka berada. Pengguna web browser mengeksekusinya script, kemudian menampilkan dokumen, termasuk terlihat output dari script. Script sisi klien juga dapat berisi instruksi untuk browser untuk mengikuti jika pengguna berinteraksi dengan dokumen dengan cara tertentu, misalnya, klik tombol tertentu. Petunjuk ini dapat diikuti tanpa komunikasi dengan server, walaupun mereka mungkin memerlukan komunikasi tersebut.

Dengan melihat file yang berisi script, pengguna dapat melihat sumbernya kode. Banyak web penulis untuk mempelajari bagaimana menulis script sisi klien sebagian dengan memeriksa kode sumber lain untuk penulis’ skrip. Sebaliknya, server-side script, yang ditulis dalam bahasa seperti Perl, PHP, dan server-side VBScript, dijalankan oleh server web ketika pengguna meminta dokumen. Mereka menghasilkan output dalam format yang dimengerti oleh web browser (biasanya HTML), yang kemudian dikirim ke pengguna komputer. Pengguna tidak dapat melihat kode sumber skrip (kecuali penulis menerbitkan kode secara terpisah), dan bahkan mungkin tidak menyadari bahwa script telah dilaksanakan. Sisi klien skrip mempunyai akses yang lebih luas informasi dan fungsi yang tersedia pada browser, sedangkan server-side script mempunyai lebih banyak akses ke informasi dan fungsi yang tersedia pada server.

Berikut adalah penjelasan tentang bahasa pemrograman apa saja yang biasa digunakan untuk membuat suatu website :

1. Bahasa Pemrograman HTML

HyperText Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web dan menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah browser Internet.HTML saat ini merupakan standar Internet yang didefinisikan dan dikendalikan penggunaannya oleh World Wide Web Consortium (W3C).HTML berupa kode-kode tag yang menginstruksikan browser untuk menghasilkan tampilan sesuai dengan yang diinginkan.Sebuah file yang merupakan file HTML dapat dibuka dengan menggunakan browser web seperti Mozilla Firefox atau Microsoft Internet Explorer.

2. Bahasa Pemrograman PHP
PHP adalah bahasa pemrograman script yang paling banyak dipakai saat ini.
PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama FI (Form Interpreted), yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web.PHP banyak dipakai untuk membuat situs web yang dinamis, walaupun tidak tertutup kemungkinan digunakan untuk pemakaian lain.PHP biasanya berjalan pada sistem operasi linux (PHP juga bisa dijalankan dengan hosting windows).

3. Bahasa Pemrograman Javascript
Javascript adalah bahasa scripting yang handal yang berjalan pada sisi client.JavaScript merupakan sebuah bahasa scripting yang dikembangkan oleh Netscape.Untuk menjalankan script yang ditulis dengan JavaScript kita membutuhkan JavaScript-enabled browser yaitu browser yang mampu menjalankan JavaScript.

4. Bahasa Pemrograman CSS
Cascading Style Sheets (CSS) adalah suatu bahasa stylesheet yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu dokumen yang ditulis dalam bahasa markup.Penggunaan yang paling umum dari CSS adalah untuk memformat halaman web yang ditulis dengan HTML dan XHTML.Walaupun demikian, bahasanya sendiri dapat dipergunakan untuk semua jenis dokumen XML termasuk SVG dan XUL.Spesifikasi CSS diatur oleh World Wide Web Consortium (W3C).

5. Bahasa Pemrograman ASP
ASP adalah singkatan dari Active Server Pages yang merupakan salah satu bahasa pemograman web untuk menciptakan halaman web yang dinamis.ASP merupakan salah satu produk teknologi yang disediakan oleh Microsoft.ASP bekerja pada web server dan merupakan server side scripting.

6. Bahasa Pemrograman XML
Extensible Markup Language (XML) adalah bahasa markup serbaguna yang direkomendasikan W3C untuk mendeskripsikan berbagai macam data.XML menggunakan markup tags seperti halnya HTML namun penggunaannya tidak terbatas pada tampilan halaman web saja.XML merupakan suatu metode dalam membuat penanda/markup pada sebuah dokumen.

7. Bahasa Pemrograman WML
WML adalah kepanjangan dari Wireless Markup Language, yaitu bahasa pemrograman yang digunakan dalam aplikasi berbasis XML (eXtensible Markup Langauge).WML ini adalah bahasa pemrograman yang digunakan dalam aplikasi wireless.WML merupakan analogi dari HTML yang berjalan pada protocol nirkabel.

8. Bahasa Pemrograman PERL
Perl adalah bahasa pemrograman untuk mesin dengan sistem operasi Unix (SunOS, Linux, BSD, HP-UX), juga tersedia untuk sistem operasi seperti DOS, Windows, PowerPC, BeOS, VMS, EBCDIC, dan PocketPC.PERL merupakan bahasa pemograman yang mirip bahasa pemograman C.

9. Bahasa Pemrograman CFM
Cfm dibuat menggunakan tag ColdFusion dengan software Adobe ColdFusion / BlueDragon / Coldfusion Studio.Syntax coldfusion berbasis html.

Jumat, 29 Oktober 2010

BAB 1

New Media

Modernisme dan Media Lama

Dimulai abad kesembilan belas modernisme cenderung untuk menantang dan teokratis Berpusat pada Tuhan pengertian tentang dunia yang telah membantu mendefinisikan masyarakat manusia di masa lalu. Ide seperti evolusi dalam biologi, komunisme dalam politik, teori relativitas fisika dan bidang muncul dari psikoanalisis mencoba untuk menjelaskan alam semesta. Modernisasi cenderung menantang dan merevolusi mistisisme agama. Modernisasi memilki keyakinan yang optimis untuk memajukan kehidupan manusia agar lebih baik.

Postmodernisme dan Media Baru

Sedangkan modernisme pada umumnya dikaitkan dengan fase awal industri revolusi, postmodernisme (pertama kali diidentifikasi dalam arsitektur (lihat Jenks 1984) lebih umumnya terkait dengan banyak perubahan yang telah terjadi setelah revolusi industri A-industri (kadang-kadang dikenal sebagai pos-Fordist) ekonomi pasca adalah satu di mana transisi ekonomi telah terjadi dari manufaktur berbasis perekonomian ke perekonomian berbasis layanan ini. masyarakat ditandai oleh munculnya baru informasi teknologi, globalisasi pasar keuangan, pertumbuhan layanan dan pekerja kerah putih dan menurunnya industri berat. Tidak mengherankan, terlihat bahwa budaya dan politik yang dihasilkan oleh '-pasca industri " masyarakat akan sangat berbeda dengan yang didominasi oleh industri konteks modernisme. Perubahan akibat industri ini sangat banyak. Dalam masyarakat kontemporer dan budaya - masyarakat pascaindustri, postmodern Budaya - ... The narasi besar telah kehilangan kredibilitasnya, terlepas dari apa yang Cara penyatuan menggunakan, terlepas dari apakah itu narasi spekulatif atau sebuah narasi emansipasi ... Setiap kali kita pergi mencari penyebab dalam hal ini cara kita pasti akan kecewa.

Dalam perkembangannya new media contohnya adalah MySpace dan Facebook muncul untuk mencerminkan pemahaman baru dari 'partisipatif budaya ', bukan hanya menciptakan komunitas virtual tapi juga memungkinkan para pengunjung untuk menjadi 'produsen' dan 'penerima' dari media. Theories of 'fandom' are Teori 'fandom' adalah penting di sini dengan internet memungkinkan para penggemar berbagai bentuk budaya menciptakan komunitas virtual yang menambah pemahaman asli dan bahkan konten dari kepentingan-kepentingan mereka yang dipilih. Akibatnya, bukannya dilihat sebagai dasarnya komersial dan tidak aktif, dalam konsumsi dunia sendiri kini dianggap sebagai positif dan partisipatif bertindak

Menurut Lev Manovich New Media adalah yang tersedia ekspresi terbaik dari logika identitas dalam masyarakat - memilih nilai-nilai dari sejumlah pilihan menu.

Sifat new media disbanding dengan yang lama di mana orang menggunakan blog, foto atau rekaman telepon untuk membuat dan komentar pada berita hari ini. merupakan salah satu

contoh saat ini di antara banyak yang postmodernis mungkin memilih untuk menggambarkan peningkatan kemampuan 'biasa' orang untuk menjadi aktif terlibat dalam sangat produksi media; bergerak daya jauh dari 'penulis' ke tangan 'Penonton'. Hal ini membuat menjadi lebih demokratis dan membuat para penonton dapat mengekspresikan pendapatnya lebih bebas, dan lebih mudah. Selain itu dengan televisi kita sudah berkomunikasi secara terus menerus dengan dunia. Namun, televisi tidak menyajikan kita dengan subjek menghibur tetapi bahwa semua subyek disajikan sebagai menghibur Daripada meningkatkan kemampuan orang untuk bermain dengan berbagai identitas, kritikus bahkan berpendapat bahwa globalisasi dunia (sebagian difasilitasi oleh New Media) benar-benar dapat menurunkan dan nasional identitas budaya seperti yang kita semua menjadi semakin sama dan budaya homogen memiliki ini.

Internet juga telah dituduh penyempitan's pilihan rakyat bawah dan mendorong obsesi dengan hal-hal sepele tidak berharga dan tidak penting seperti hobi aneh. Selain itu karena semakin banyak virtual membuat semakin jarangnya kontak langsung manusia dengan manusia lainnya dikarenakan semua serba virtual. Selain itu kritik postmodernisme adalah dimana tidak ada habisnya pornografi hardcore. Sekarang ini seseorang dapat mengakses situs – situs porno dengan bebas. Selain itu website memberikan suara untuk politik kekuatan ekstremis. New media menawarkan gambaran yang cerah dan komunikasi tanpa batastapi juga penting untuk diingat siapa dan apa yang tersisa dari postmodern yang merangkul.

Teknologi utopianisme mungkin mengatakan bahwa New Media secara otomatis akan meningkatkan dunia kita menjadi lebih baik, tetapi kami masa depan kesejahteraan jelas terletak pada bagaimana dan. apa yang kita lakukan dengan pilihan yang kita sekarang memiliki yang ditawarkan.


Kesimpulan

Jadi dengan adanya new media bisa menimbulkan dampak positive maupun dampak negative. Dampak positifnya contohnya dengan new media kita dapat berkomunikasi dengan mudah dengan orang yang berada jauh, dengan new media kita bisa mendapatkan informasi di seluruh dunia dengan mudah. Sedangkan dampak negatifnya banyak orang yang terpengaruh pornografi melalui media internet, new media juga membuat manusia males untuk melakukan kontak langsung dengan manusia lainnya karena new media, selain itu yang lebih parahnya manusia dapat diperbudak oleh mesin karena terlalu mengandalkan mesin.

Apapun sudut pandang teoretis Anda dapat mengambil tentang New Media, sulit untuk berpendapat bahwa media sendiri tidak berada di bawah perubahan besar selama 20 terakhir Karena itu kita perlu kerangka teori baru yang memungkinkan kita untuk memahami dan menghargai baik dan negatif fitur positif kita saat ini Ini berarti bahwa pemahaman kritis dari lapangan adalah penting jika kita ingin menghasilkan pendekatan teoritis canggih Seperti yang saya sebutkan pada awal ini bagian, akan naif untuk menyarankan bahwa pendekatan metodologis dan teoritis New Media pernah bisa dibuat dan dianggap sebagai definitif, tetapi bagian ini adalah hanya dimaksudkan untuk menawarkan suatu kerangka di mana sejumlah pendekatan yang dapat lebih hati-hati konteks dan mendekat. Teori Media Baru masih dalam tahap awal pengembangan dan ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menyempurnakan dan memperluas beberapa argumen dasar yang ditetapkan di sini dan di tempat lain dalam buku ini. Namun, saya berharap bahwa apa yang jelas sekarang adalah bahwa sejak yang konsepsi, media telah dianalisis dan diuji melalui kebanyakan seluruh beragam sekolah, teori dan metodologi. Saya berharap bahwa dengan hanya mengatur beberapa ini dalam 'mereka' modernis 'dan' postmodern konteks, ia telah membantu untuk mengklarifikasibanyak perdebatan besar yang terjadi di dalam dan sekitar lapangan secara keseluruhan. Meskipun bab-bab lain dalam buku ini mungkin tidak merujuk secara eksplisit modernisme atau postmodernisme, mereka jelas akan memberikan pemahaman yang lebih besar ke beberapa dasar gagasan teoretis diperkenalkan di sini '.' Digital teori mungkin belum disiplin dalam sendiri benar, tetapi kehadirannya akan dirasakan di seluruh buku ini dan cara yang kita sebut New Media panjang ke masa depan.

BAB 4

DIGITAL BIOSKOP: LAYAR VIRTUAL

Bab 4 tentang Digital Bioskop : Layar Virtual membahas tentang perubahan yang menjelaskan kinerja dasar teknologi dan pemetaan berbagai praktik yang mempunyai dampak positif maupun negatif akibat munculnya Digital Bioskop. Bioskop Digital adalah sebuah sistem yang lengkap , meliputi seluruh rantaian produksi film dengan sebuah kamera digital untuk pasca produksi dan penayangan film tersebut ke umum .

George Lucas merupakan sutradara film yang terkenal pada abad ke 19 an, melalui media yang menggunakan strip seluloid untuk menangkap dan merekam gambar-gmabar pada film tersebut . George Lucas juga membentuk dasar untuk film , dan pembuatan film di bioskop. Pada abad ke 20an teknologi digital dan estetika visual memiliki pengaruh besar pada tahap pembuatan film dan juga proses pendistribusian film tersebut .

Digital Produksi dan pasca produksi

Proses Pembuatan film untuk sebuah film produksi menggunakan kamera seluloid yang berukuran diameter 35mm sampai dengan 70mm . Kualitas gambar yang dihasilkan oleh kamera digital ini secara signifikan kualitas filmnya sangat rendah dan untuk rekaman filmya juga sudah berbasis komputer.

Pada tahun 1980 an , Sony datang dengan pemasaran konsep ‘sinematologi elektronik’. Konsep ini gagal dikarenakan profesi dan pemasaran yang sama pada tahun 1990 an. Dan digantikan pengenalan perekam HDCAM menggunakan proses dari sinematologi elektronik ke digital sinematografi dengan menggunakan kamera digital .

George Lucas berperan penting dalam pergeseran film . Pada tahun 2001-2002, dia memilih aktor ‘Attack dari Klon’ pada episode Star Wargs yang menggunakan HDW-F900 HDCAM Lensa Camcorder yang dilengkapi Panavision tinggi . Pada tahun 1990an, Sony DCR-VX1000 MiniDV kamera format yang cukup baik untuk pengeluaran yang murah untuk membuat sebuah film karena mereka secara digital dan editing menggunakan perangkat lunak deskop yang relatif murah. Sistem MiniDV menggunakan tingkat kompresi tinggi yang mengurangi kualitas gambar untuk penyimpanan . Jangkauan dinamis MiniDV lebih rendah dari sebuah kemera digital karena sulitnya mengoreksi cuplikan untuk ditampilkan di pasca-produksi. Solusinya yaitu menambahkan video kompleks selama pemrosesan.

Peningkatan penggunaan teknologi digital dalam sebuah produksi mempengaruhi logistik produksi film, dalam membuat film 3D, seperti film Gladiator pada tahun 2000 dan film Kapten dan Dunia Besok pada tahun 2004 dimana para actor tidak langsung dalam membuat unsur-unsur film tersebut .

DIGITAL BIOSKOP ESTETIKA

Gambar-gambar digital berdampak pada adegan-adegan dalam film dan urutan-urutan gambar dalam adegan tersebut. Secara Historis kualitas gambar CGI secara visual berbeda dari gambar dunia nyata dan orang yang telah difoto ke seluloid dengan cara tradisional. Salah satu contoh konsekuensi dari kualitas gambar adalah sejumlah besar pekerjaan CGI berjangka waktu pendek bagi penonton untuk melakukan kebohongan atau kepura-puraan mereka, dengan demikian penonton akan percaya dengan film yang sedang ditonton tersebut .

Mengedit pola dan membolak-balikan antara orang-orang benda dan ruang adalah dalam membangun sebuah layar 3D sehingga penggabungan elemen CGI ke dalam realitas film di dalam dunia nyata tidak terlihat oleh penonton. Karakter sudut pandang digunakan untuk menyakinkan bahwa penonton sering melihat makluk-makhluk yang hanya ada di film tersebut seperti manusia di kehidupan nyata. Tetapi kualitas gambar antara CGI dan gambar nyata mengharuskan 2 karakter pertama menjadi off di layer dan kemudian objek CGI menjadi on dilayar .

PEMBUAT FILM

Pembuatan film secara CGI dan teknologi digital cenderung menjadi produksi dalam skala besar. Independen sektor sekarang begitu besar dan membatasi definisi tersebut yang semakin ketinggalan zaman.

Wes Anderson dan Steve Zissau dalam film The Life Aquatic (2004) pencitraan komputer yang digunakan untuk menambah keanehan atau kejanggalan dalam film tersebut, contohnya saja untuk kualitas film baik untuk film komedi yang unik dalam sebuah cerita . Richard Linklater menambahkan aksi live footage yang sangat cepat , dengan menggunakan Digital Camcorder. Sebelum memanipulasi gambar digital pada komputer , mereka melakukan teknik dimana animator menjiplak film aksi dalam gerakan hidup. Kedua contoh diatas adalah dari pembuatan film independen aktif dalam mencari teknik digital yang baru untuk membaguskan kualitas visual dari film tersebut.

Penggunaan teknologi yang menarik dalam pelayanan memungkinkan bioskop nasional untuk memproduksi film-film khusus dengan cara membatasi struktur dalam pembuatan film tersebut . Kamera yang murah dan berdasarkan editing software komputer memungkinkan film diproduksi dengan pengeluaran 0 angaran. Pendistribusian digital baik dalam format DVD atau digital bioskop memungkinkan distribusi pameran lebih murah dan mudah untuk menjadikan film tersebut menjadi laris.

Pada bulan September 2005 di Afrika Selatan menciptakan 20 bioskop digital untuk menunjukkan produksi film bersama fitur-fitur asing. Di Negaria , produksi film berlabel “Nollywood” berpenghasilan miliaran dolar pertahun. Fitur yang dihasilkan membuat Nigeria berpenghasilan terbesar ketiga dari Hollywood dan Bollywood.

Produksi fitur dalam film digital teknologi tidak hanya dilihat dalam inisiatif pembuatan dan ingin mendapatkan uang yang cepat , tetapi harus melihat dari aspek politik yang serius untuk dapat melewati tersumbatnya budaya asing yang diciptakan oleh produksi film barat yan berbeda dengan kehidupan nyata di Afrika.

Dengan teknologi digital maka ada kemungkinan untuk meningkatkan kreativitas dalam film tersebut . Namun kemudahan akses dan penggunaan peralatan digital untuk memproduksi film yang murah dan cepat mempunyai sisi negatif yaitu pembuatan digital yang murah berpotensi merusak, karena tidak berpengalaman untuk memenuhi dunia pasar dengan produksi murah, dan populer .

DIGITAL DISTRIBUSI dan PAMERAN

Digital distribusi, proyeksi dan pameran tidak hanya untuk keuntungan dari minoritas . Distribusi pada saat ini memakai berbagai format seperti serangkaian DVD, Hard Drive Deliverable atau melalui satelit . Tindakan untuk pengamanannya adalah data pada platform dikirim untuk mencegah pembajakan dan kloning . Saat ini bioskop individu mengatur dalam pemutaran sendiri melalui salah satu metode ini , tapi akhirnya direncanakan jaringan digital yang memungkinkan sebuah server mainframe pusat untuk secara bersama-sama memutarkan film untuk sejumlah bioskop-bioskop.

Bersama-sama dengan kemudahan dan kemurahannya kita mampu untuk mengirim sebuah film ke bioskop-bioskop selanjutnya. Memungkinkan film dapat disaring dan dilihat oleh publik.

KESIMPULAN

Bioskop Digital adalah sebuah sistem yang lengkap , meliputi seluruh rantaian produksi film dengan sebuah kamera digital untuk pasca produksi dan penayangan film tersebut ke umum . George Lucas merupakan sutradara film terkenal pada abad ke 19 an, melalui media menggunakan strip seluloid untuk menangkap dan merekam gambar pemain film tersebut .

Digital bioskop dipengaruhi oleh :

1. Digital Produksi dan pasca produksi

2. Digital Bioskop Eestetika

3. Pembuatan Film

4. Digital Distribusi dan Pameran